Virus Corona Mewabah, Video Makan Anjing dan Katak dari China Ini Viral
Studio Tangkas - Konsumsi daging hewan liar disebut sebagai penyebab dari virus corona di China. Sehingga video orang-orang makan daging hewan liar ini kembali viral dan tuai kecaman.
Virus corona yang berasal dari Wuhan, China, sudah menelan 560 korban jiwa. Serta menginfeksi 28.000 orang, yang tersebar di China dan 25 negara lainnya. Hingga saat ini masih ada 60 juta orang yang tak boleh meninggalkan China, karena takut dapat menyebarkan virus ini ke wilayah lainnya.
Selama beberapa minggu terakhir, banyak video asal China yang kembali viral di media sosial. Video-video ini kebanyakan memperlihatkan orang-orang yang menyantap daging hewan liar.
Mulai dari kontroversi video presenter travel yang memakan sup kelelawar. Kemudian ada juga video anjing yang dipanggang hidup-hidup, hingga video viral makan bayi tikus yang mendapat kecaman hingga kritik dari banyak orang.
Dilansir dari berbagai sumber, berikut 5 video asal China yang kembali viral setelah virus corona menyebar.
Sebuah video singkat, yang memperlihatkan influencer asal China memakan katak hidup menuai kecaman banyak orang. Video ini sebenarnya diambil pada tahun 2016 lalu, jauh sebelum virus corona menyerang di China.
Namun setelah wabah virus corona menyebar, video influencer makan katak hidup di pasar ini kembali disorot. Dalam video itu terlihat seorang pria tengah berada di salah satu pasar tradisional. Ia kemudian melihat beberapa katak hidup yang dibuat.
Ia mengambil katak yang besar, kemudian menggigit kepala katak tersebut. Tanpa jijik, ia menggigit kulit katak yang masih hidup, hingga bagian daging dan organnya terlihat. Kemudian pria ini juga memakan otak katak di depan kamera.
"Saya tidak heran mengapa virus corona mulai menyebar di China, lihat saja kelakuan menjijikkan dari pria ini," kritik seorang netizen.
Bayi tikus yang masih hidup sudah menjadi makanan yang populer di China. Terutama di wilayah Provinsi Guangdong. Namun semenjak wabah virus corona, daging tikus dianggap dapat menjadi tempat virus mematikan ini bersarang.
Sehingga video seorang pria tengah menyantap beberapa bayi tikus dalam piring, kembali viral dan tentu saja dihujani kritik dari banyak orang. Tak jelas video ini diambil di mana, tapi pria tersebut terlihat mengambil bayi tikus dengan sumpit dan mencelupkannya ke saus.
Virus corona yang berasal dari Wuhan, China, sudah menelan 560 korban jiwa. Serta menginfeksi 28.000 orang, yang tersebar di China dan 25 negara lainnya. Hingga saat ini masih ada 60 juta orang yang tak boleh meninggalkan China, karena takut dapat menyebarkan virus ini ke wilayah lainnya.
Selama beberapa minggu terakhir, banyak video asal China yang kembali viral di media sosial. Video-video ini kebanyakan memperlihatkan orang-orang yang menyantap daging hewan liar.
Mulai dari kontroversi video presenter travel yang memakan sup kelelawar. Kemudian ada juga video anjing yang dipanggang hidup-hidup, hingga video viral makan bayi tikus yang mendapat kecaman hingga kritik dari banyak orang.
Dilansir dari berbagai sumber, berikut 5 video asal China yang kembali viral setelah virus corona menyebar.
Sebuah video singkat, yang memperlihatkan influencer asal China memakan katak hidup menuai kecaman banyak orang. Video ini sebenarnya diambil pada tahun 2016 lalu, jauh sebelum virus corona menyerang di China.
Namun setelah wabah virus corona menyebar, video influencer makan katak hidup di pasar ini kembali disorot. Dalam video itu terlihat seorang pria tengah berada di salah satu pasar tradisional. Ia kemudian melihat beberapa katak hidup yang dibuat.
Ia mengambil katak yang besar, kemudian menggigit kepala katak tersebut. Tanpa jijik, ia menggigit kulit katak yang masih hidup, hingga bagian daging dan organnya terlihat. Kemudian pria ini juga memakan otak katak di depan kamera.
"Saya tidak heran mengapa virus corona mulai menyebar di China, lihat saja kelakuan menjijikkan dari pria ini," kritik seorang netizen.
Bayi tikus yang masih hidup sudah menjadi makanan yang populer di China. Terutama di wilayah Provinsi Guangdong. Namun semenjak wabah virus corona, daging tikus dianggap dapat menjadi tempat virus mematikan ini bersarang.
Sehingga video seorang pria tengah menyantap beberapa bayi tikus dalam piring, kembali viral dan tentu saja dihujani kritik dari banyak orang. Tak jelas video ini diambil di mana, tapi pria tersebut terlihat mengambil bayi tikus dengan sumpit dan mencelupkannya ke saus.
STUDIO TANGKAS adalah Agen Tangkas Online,
Agen Poker Online, Agen Poker GLX
Dapatkan BONUS CASHBACK TANGKAS 10%
Setelah dicelupkan ke dalam saus, bayi tikus itu kemudian dimakan dengan irisan tomat. Meski video ini dipercaya diambil jauh sebelum virus corona menyerang, tapi tetap saja banyak orang yang kesal dengan video ini.
Menurut data yang ada, lebih dari 20 juta ekor anjing dibunuh untuk dijadikan makanan. Anjing-anjing malang ini biasanya dipukuli hingga mati, kemudian dagingnya diolah menjadi makanan di China.
Baru-baru ini muncul sebuah video di mana seekor anjing tengah meraung kesakitan, di atas panggangan daging. Video ini ternyata diambil di salah satu pasar yang berada di Yulin, China.
Anjing-anjing di sana dipanggang hidup-hidup, untuk dijadikan makanan di festival daging anjing. Video ini kemudian dikaitkan dengan virus corona yang tengah menyebar, di mana anjing termasuk salah satu daging hewan liar yang bisa menjadi tempat virus corona bersarang.
Semenjak merebaknya wabah virus corona di Wuhan, dan di berbagai kota lainnya. Pemerintah China akhirnya mengeluarkan peraturan dan kebijakan, untuk melarang semua aktivitas perdagangan hingga penjualan daging hewan liar.
Hal ini dilakukan untuk menghentikan penyebaran virus corona yang bisa ditularkan lewat hewan liar. Namun, lewat video yang viral di internet, masih banyak penjual daging di China yang diam-diam menawarkan daging hewan liar.
Salah satunya ada daging ular liar, hingga tikus bambu. Mereka menyembunyikan dagangan ini di bawah meja, atau di tenda yang tak jauh dari pasar. Melihat video yang viral, pemerintah China langsung mengamankan oknum yang terlibat.
Kelelawar disebut sebagai salah satu hewan liar yang membawa virus corona di China. Sehingga kemunculan video seorang presenter, yang tengah memakan sup kelelawar utuh ini jadi viral. Kritik hingga ancaman pun ditunjukkan kepadanya.
Seorang presenter bernama Wang Mengyun, menjadi bulan-bulanan netizen setelah videonya memakan sup kelelawar kembali viral. Video ini sebenarnya sudah ada sejak tahun 2016, namun orang kembali membahasnya saat virus corona menyebar.
Saat itu Wang memang memakan sup kelelawar yang utuh. Ia juga menyebutkan bahwa rasa daging kelelawar sangat enak, dan bernutrisi. Karena perkataannya ini, ia langsung dihujat netizen. Wang pun langsung meminta maaf secara terbuka, dan mengaku bahwa saat video itu diambil, ia belum tahu tentang virus corona.

Comments
Post a Comment